
Bagi yang belum
memahami bagaimana tata cara mandi wajib baik bagi perempuan dan laki-laki,
berikut kami sajikan urutannya.
Tata
Cara Mandi wajib Bagi Pria
Ada hadits dan
beberapa anjuran yang berbeda mengenai tata cara mandi wajib untuk pria. Menurut HR At-Tirmidzi, menyela pangkal
rambut hanya dikhususkan bagi laki-laki. Para wanita tidak perlu melakukan hal
ini.
Berikut ini tata
cara mandi wajib dengan cara Nabi Muhammad SAW menurut hadits Al Bukhari.
"Dari
Aisyah istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu
'alaihi wasallam mandi karena junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua
telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk salat. Lalu
memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala.
Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua
telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke
seluruh kulitnya." (HR. Al Bukhari)
"Dari
Aisyah dia berkata, "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi
karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau
menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh
kemaluan dan berwudhu dengan wudhu untuk salat. Kemudian beliau menyiram rambut
sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau
membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan
akhirnya membasuh kedua kaki." (HR. Muslim)
Berikut
ringkasan taat cara mandi wajib bagi pria
1. Mulailah
dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.
2. Ambil air
kemudian membasuh tangan sebanyak 3 kali.
3. Bersihkan
semua najis atau kotoran yang masih menempel pada tubuh.
4. Berwudhu
sebagaimana ketika hendak salat
5. Mengguyur
bagian kepala hingga tiga kali
6. Siram anggota
badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian siram anggota badan pada bagian
kiri sebanyak tiga kali juga.
7. Membasuh
rambut dan menyela pangkal kepala dengan cara memasukkan kedua tangan ke air,
lalu menggosokkannya ke kulit kepala, dan kemudian menyiram kepala tiga kali.
8. Gosok bagian
tubuh sebanyak tiga kali, baik pada bagian depan, belakang, atau menyela rambut
serta jenggot.
9. Bilas seluruh
tubuh dengan mengguyurkan air, dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan
dengan sisi tubuh kiri.
Tata
Cara Mandi Wajib Bagi Wanita
Tata cara mandi
bagi wanita, dibedakan antara mandi junub dan mandi setelah haid atau nifas.
Untuk tata cara
mandi junub bagi wanita, sama dengan tata cara mandi bagi laki-laki,
sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Hanya
saja, wanita yang mandi junub dibolehkan untuk menggelung rambutnya,
sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ummu Salamah, beliau bertanya:
“Wahai
Rasulullah, aku seorang wanita yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka
gelungan rambutku ketika mandi junub?”
Beliau menjawab:
“Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga
kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah
suci.” (HR. Muslim no. 330).
Dan ‘Aisyah
radhiyallahu ‘anha berkata: “Kami ( istri-istri Nabi) apabila salah seorang
diantara kami junub, maka dia mengambil (air) dengan kedua telapak tangannya
tiga kali lalu menyiramkannya di atas kepalanya, kemudian dia mengambil air
dengan satu tangannya lalu menyiramkannya ke bagian tubuh kanan dan dengan
tangannya yang lain ke bagian tubuh yang kiri,” (HR. Bukhari: 277 dan Abu
Dawud: 253).
1. Niat (Menurut
para ulama niat itu tempatnya di hati).
2. Mencuci
tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan
dalam bejana atau sebelum mandi.
3. Membersihkan
kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.
4. Mencuci
tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah (atau lantai)
atau dengan menggunakan sabun.
5. Berwudhu
dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat.
6. Menyiramkan
air ke atas kepalanya tiga kali.
7. Mengguyur air
pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut atau kulit
kepala dengan menggosok-gosokkannya dan menyela-nyelanya (Tidak wajib bagi
wanita untuk mengurai ikatan rambutnya).
8. Mengguyur air
ke seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.
Sedangkan untuk
mandi karena haidh dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub namun
ditambahkan dengan beberapa hal berikut ini:
Pertama:
Dianjurkan menggunakan sabun.
Hal ini
berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha, yang bertanya kepada
Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam tentang mandi wanita haid. Beliau
menjelaskan:
“Kalian
hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu wudhu dengan sempurna. Kemudian
menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga
mencapai akar rambut kepalanya. Kemudian menyiramkan air pada kepalanya.
Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya.” (HR. Bukhari
no. 314 & Muslim no. 332)
Kedua:
Melepas gelungan, sehingga air bisa sampai ke pangkal rambut
Hadis di atas
merupakan dalil dalam hal ini: “…lalu menggosok-gosoknya agak keras hingga
mencapai akar rambut kepalanya..” Hadis ini
menunjukkan tidak cukup dengan hanya mengalirkan air seperti halnya mandi
junub, namun harus juga digosok, seperti orang keramas memakai sampo.
Bagi yang
melafadzkan, lafadz niat mandi wajib adalah sebagai berikut:
"NAWAITUL
GHUSLALIROF'IL HADATSIL FARDONB LILLAAHI TA'AALAA"
Artinya:
"Aku
berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Taala"
Post a Comment